headhead> Kepsek SMP Plus Al-Amanah Dorong Guru -Gurunya Produktif Dalam Literasi -->

Kepsek SMP Plus Al-Amanah Dorong Guru -Gurunya Produktif Dalam Literasi

author

ihsan

Share Post


Bandung - www.suarapendidikanjawabarat.com -Kepsek SMP Plus Al-Amanah mendorong guru-guru nya produktif dalam berliterasi.

 Bandung, 22 Oktober 2018, Berliterasi sudah seharusnya menjadi suatu aktifitas yang menjadi habit bagi setiap manusia khususnya para guru dan pelajar sehingga mampu memposisikan diri sebagai kaum yang melek terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
        Karena tingkat kepekaan terhadap kebutuhan ilmu dan wawasan bagi guru khusunya dalam bidang pendidikan perlu ditopang oleh aktifitas dan produktifitas dalam berliterasi.

 Kegaiatan berliterasi khususnya di SMP Plus Al-Amanah terus digalakan dengan program pembiasaan beriqro 10 menit sebelum dimulai baik membaca Al-Qur'an maupun membaca buku lainya, sehingga para guru bisa aktif berliterasi (membaca dan menulis) tidak hanya membaca saja.
 Kegiatan literasi anak didik ini ditindak lanjuti dengan kegiatan membuat pohon literasi yang berisi ulasan buku yang telah dibacanya, juga membuat resume satiap bagaan yang sudah selesai dibaca.
Sedangkan untuk guru-guru di SMP Plus Al-Amanah Dayeuhkolot dianjurkan senantiasa membaca buku dengan berbagai kondisi kemudian juga setiap orang harus mampu membuat kesimpulan dari setiap inti bahasan yang terungkap.
Aktifitas menulis di SMP Plus Al-Amanah begitu didukung oleh Kepala Sekolahnya, bahkan beliu juga aktif menulis, ada beberapa karya bukunya yang sudah terbit, di antaranya;

1. Kumpulan Puisi Merpati Bersayap Api.
2. Antologi Puisi Terkoyak Sejarah
5. Kumpulan Puisi Muhasabah Malam
4. Essay yang berjudul Jangan Tingelkan Aku Kalau Mencintaiku.

      Sedangkan Karya guru-guru SMP Plus Al-Amanah di antaranya karya Hati Nurahayu, seperti;
1. "Peyeum Bandung"  (Peraih Juara 1 Nasional)
2. Bersepeda
3. Cloteh Hati (Puisi)
4. Tong ( Kumpulan Cerpen)
      Dan masih banyak lagi buku yang lainnya yang ditulis oleh David Atianto, ST. Guru berprestasi bidang media pembelaran IPA di kemendiknas.
      Sehingga pantaslah apabila di katakan bahwa aktif berliterasi akan mampu membuka kemandegan dalam pemikiran dan pendapat sehingga SMP Plus Al-Amanah layak jadi sekolah berbasis Literaai sekolah.
      Rhenald Kasali dalam buku "Mendidik Pemenang Bukan Pecundang (2016)." menyebut komponen pembentuk kepribadian populis dengan istilah OCEAN, dengan karakterristik:(1) keterbukaan pikiran terhadap pengetahuan dan pengalaman baru (opennes to experience); (2) keterbukaan hati dan kesadaran sebagai pendengar yang baik (Conscientiounnea); (3) kemampuan bekerja sama dan mempengaruhi orang lain (Extroversion); (4) kesetiaan pada prinsif hidup berdasarkan nilai-nilai dasar yang telah disepakati bersama (Agreableness); dan (5) ketahanan menghadapi berbagai tekanan dari pihak manapun (Neuroticism).
      Dalam langkah ikhtiar Kepsek SMP Plus Al-Amanah senantiasa mendorong guru-guru nya agar aktif produktif dalam berliterasi dengan basis warga dan pengetahuan secara menyeluruh.
      Dengan litetasi kita bisa menjawab apapun bentuk "pengacau" keamanan  apabila sudah bertentangan dan mesti memiliki  ketahanan menghadapi berbagai tekanan dari pihak manapun (Neuroticism).
      Maka, teruslah berlitetasi demi menciptakan generasi yang melek literasi sehingga mampu membuka cakrawal dunia demi mengisi kehidupan di masa yang akan datang
      Pemimpin yang populis bermentalkan sinergis akan senantiasa mendahulukan "kita" ketimbang "aku" karena keberhasilan sejati merupakan keberhasilan atas kerjasama tim yang ada di sekolah bukan seberapa banyaknya prestasi personal.
(SP Jabar).