headhead> LKP4M PELOPORI GERAKAN PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK BANTEN -->

LKP4M PELOPORI GERAKAN PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK BANTEN

author

suara peradilan news

Share Post
lkp4m jelaskan cara pengolahan sampah


Serang -sp jabar, Sampah yg setiap hari menumpuk di tempat2 pembuangan sampah di pojok-pojok  kota di wilayah banten khususnya di kota serang sbg ibu kota propinsi banten, merupakan masalah klasik dan serius yg sampai hari ini belum ditemukan solusi konkrit tentang bagaimana menanganinya agar sampah yang berasal dari limbah2 rumah tangga dan limbah pasar ini bisa dikelola secara aman, efektif dan efisien bahkan bisa diolah menjadi produk lain yang bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak
Hal ini tentu saja untuk urusan sampah ini memerlukan dana yang tidak sedikit terutama untuk  pengadaan kendaraan truk pengangkut sampah, peralatan dan upah tenaga kerja.


Dalam setiap harinya berpuluh-puluh truk pengangkut sampah berseliweran di jalanan untuk membuang sampah sampah  itu ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) cilowong. Menurut Kabid persampahan dan pertamanan DLH pemda serang dalam setiap hari sebanyak 45 kendaraan truk membuang sampah ke TPSA cilowong dengan  truk berisi 6 kubik sampah (biem.co 3/1-2019)


 DLH kota serang saja untuk th.2019 ini mengalokasikan dana sebesar 24 milyar untuk mengurusi sampah ini (KB, 29/11-2018).


Belum lagi DLH kab. serang dan kota-kota lainnya di prop banten yang harus bermilyar-milyar menghabiskan dana dalam setiap tahunnya untuk menangani masalah sampah ini, padahal sampah ini bisa diolah oleh masyarakat itu sendiri menjadi produk lain yg bisa bermanfaat sejak masih berada di lingkungan-lingkungan ke RT-an.


Berkaitan dengan sampah ini, LKP4M LKS Al Hikmah banten, sebuah NGO lokal yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat sedang merintis sebuah gerakan pengolahan sampah dan pemanfaatan pekarangan sebagai warung hidup di perumahan ciracas indah RT 02 RW 11 Kelurahan Serang Kecamatan/Kota Serang. Masyarakat di ke RT-an ini akan memulai memisahkan sampah organik dan non organik sejak di rumah-rumah mereka. Setiap 2-3 hari sekali sampah-sampah organik dari tiap rumah di ke RT-an ini akan diambil oleh petugas dan dikumpulkan di tempat khusus yg telah disediakan di lahan kosong yang ada disekitar ke RT-an itu yang  kemudian akan diolah menjadi pupuk kompos oleh masyarakat, dan untuk selanjutnya pupuk kompos tersebut akan digunakan oleh masyarakat itu sendiri untuk memupuk tanaman sayuran di pekarangan-pekarangan milik mereka atau di lahan kosong yang ada di wilayahnya.


Sementara itu sampah non organik akan mereka kasih kepada para pemulung untuk dimanfaatkan. Ini sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat di ke RT-an itu kepada para pemulung yang sangat membutuhkan sebagai mata pencaharian mereka sehari-hari.


Dengan upaya ini maka diharapkan akan mengurangi  sampah-sampah yang harus dibuang oleh masyarakat dan mengurangi volume tumpukan sampah di TPS-TPS yang membuat citra buruk dan merusak keindahan kota bahkan tidak akan lagi membutuhkan lahan luas yang dari tahun ke tahun kemungkinan akan bertambah luas untuk dijadikan TPSA.

Kecuali itu dana yang bermilyar-milyar yang selama ini dialokasikan guna menangani sampah ini sebagian bisa dialihkan untuk hal lain terutama untuk pemberdayaan masyarakat kota yang masih perlu ditingkatkan taraf hidupnya.


Saat berbicara dengan awak media Ketua LKP4M Agus Fari Sukarwan menegaskan saya  beserta tim akan mencoba mengadakan audiensi dengan walikota serang dan kadis DLH kota serang untuk memaparkan program-program yang berkaitan dengan pengelolaan sampah sebagai solusi yang efektif dan efisien.

Dalam hal ini LKP4M siap membantu pemerintah kota dan kabupaten di wilayah propinsi banten khususnya di kota serang dalam upaya memberdayakan masyarakatnya.(sp jabar).