headhead> PESANTREN YATIM PIATU DAN DHUAFA AL-KASYAF MELAKUKAN TEROBOSAN DENGAN PROGRAN KASYAFONIC (Sebuah Karya Anak Yatim Untuk Ketahanan Pangan Indonesia) -->

PESANTREN YATIM PIATU DAN DHUAFA AL-KASYAF MELAKUKAN TEROBOSAN DENGAN PROGRAN KASYAFONIC (Sebuah Karya Anak Yatim Untuk Ketahanan Pangan Indonesia)

author

ihsan

Share Post
Anak Binaan Al-Kasyaf

Bandung, 12 Maret 2019.SP Jabar. Pondok Pesantren Al-Kasyaf Memang penuh kreatifitas selalu ada saja gebrakan-gebrakan kretifnya, pesantren yang identik dengan literasinya karena sudah melahirkan ratusan penulis muda berbakat, ribuan buku karya para santri juga penghargaan di bidang literasi dari pemerintah maupun lembaga swasta.

Dalam menjalankan program melek literasi di Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al-Kasyaf ini, semua santri diwajibkan setiap bulan harus menghasilkan tulisan satu buku program ini dikenal di kalangan santri dengan istilah "Sabu-sabu" (Satu bulan satu buku).

Di samping program sabu-sabunya, kini Pesantren yatim ini melatih keterampilan bercocok tanam dengan model pertanian Hidroponik. Dr. Geovani, Selaku Pimpinan Pondok sekaligus sebagai orang tua bagi anak yatim mengungkapkan bahwa;

"Program ini digelar di tengah menurunnya gairah generasi muda untuk bertani, alkasyaf ingin mengubah frame berpikir kalaulah bertani itu adalah sebuah pekerjaan mulia dan terhormat."
Pimpinan Pondok 

Semua santri di alkasyaf diwajibkan untuk bertani karena hal ini untuk menjawab kebutuhan produk pertanian di Pesantren bahkan ke depannya hasil pertanian dari Pondok Yatim ini mesti mampu masuk ke pasar-pasar maupun ritel modern. Ungkap Dr. Geovani yang akrab di panggil Ayah oleh anak santrinya.

Program ini dinamai Kasyafonic sebagai program pertanian di pesantren Al-kasyaf dengan model hidroponik. Dengan program ini diharapkan akan menjadi sebuah karya besar lainnya sebagai bagian literasi pertanian yang akan menjadi referensi untuk yang lainnya.

Hasil Pertanian Pesantren

Pondok Pesantren Ini memang berbeda dengan pesantren lainnya, selain berbasis anak yatim dan dhuafa pengelola pondok ini pun konsen terhadap pengembangan pola pikir, skil dan kompetensi anak binaanya secara matang, mandiri, dan transparan dalam pengelolaan keuangan yang dititipkan ke pesantren dari para donatur.

Dalam sesi akhir wawancara tim SP Jabar dengan Mang Giga (sapaan akrab Dr.Geovani) mengungkapkan bahwa;

"Bagi kami literasi pertanian bukan sekedar kata, tapi literasi pertanian adalah sebuah gerakan untuk "melepaskan" ketergantungan pada bangsa lain. Kasyafonic lahir tanggal 17 Februari 2019. Dengan belajar terlebih dahulu pada sukaponic, meski masih sederhana kami mencoba berbuat kebaikan meski masih sebesar zarrah (atom)." Akmal-Bdg.