headhead> BAS dan Pikum Jabar Gandeng Dekopinwil Jabar dalam Diklat Perkoperasian -->

BAS dan Pikum Jabar Gandeng Dekopinwil Jabar dalam Diklat Perkoperasian

author

ihsan

Share Post

Foto Dokumen SP Jabar

Bandung, SP Jabar. Senin, 29 November 2021. Pikum Jabar bersama Koperasi Bina Aman Sejahtera (BAS) menggandeng Dekopinwil Jabar dalam penyelenggarakan pendidikan dan latihan perkoperasian yang di laksanakan di gedung Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Barat (Dekopinwill) Jl. Soekaro Hata No 729 C Bandung.


Diklat Perkoperasian ini merupakan ikhtiar yang di lakukan oleh pengurus Koperasi Bina Aman Sejahtera untuk melakukan pendampingan anggota-anggota koperasi khususnya pada bidang produksi Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di setiap lembaga binaan. 


Diklat ini di awali oleh pengarahan dan penguatan kelembagaan perkoperasian yang disampaikan oleh Pimpinan Bidang Prof. Alinudin, dalam kesempatan ini beliau menjelaskan bahwa,

"Yang terpenting dari semua hal yang berhubungan dengan pengelolaan koperasi terletak di pengurusnya karena inilah yang akan bisa menjadikan koperasi tersebut maju dan dapat kepercayaan maka milikilah sifat Nabi oleh seluruh pengurus yaitu sidik, amanah, fathonah dan tabligh."


Sifat sidik yang dimiliki setiap pengurus akan mampu memberikan kepercayaan dengan sifat ini akan menjadikan  amanah dalam mengelola apapun juga, akan cerdas dalam menghadapi permasalahan dan mampu mengajak kepada pada siapapun.


Setelah penyampaian arahan dari Pimpinan Bidang dilanjutkan pada sesi materi, di isi oleh tenaga profesional dari Lapenkop Dekopinwil Jabar yang salah satunya menjabat sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Barat Asep Saep Nurdin.  Materi yang disampaikan tentang Jati Diri Koperasi. 

Pemateri Asep Saep Nurdin

"Jati diri koperasi adalah identitas koperasi sebagai perbedaan prinsipil antara koperasi dengan bukan koperasi yang berlaku universal di seluruh dunia, merupakan hasil kongres 100 tahun International Cooperative Alliance (ICA) di Manchester United."

 

Lanjut Asep Saep Nurdin, Koperasi di Indonesia sulit berkembang seperti di negara komunis, liberalis karena  koperasi di Indonesia permasalahnya ada pada pendidikan perkoperasian dan komunikasi yang kurang maksimal. 


Sementara itu, Direktur Pikum Jabar Iwan Subagja. SH. MH. Selaku konsultan dan pendamping BAS mengungkapkan, 

"Pikum akan melakukan pendampingan terhadap produsen produk-produk lembaga binaannya mulai dari perijinan sampai ke marketing produk sehingga akan mampu bersaing dengan produk-produk industri besar." 

Pengurus Pikum Jabar

Eva Puspita Dewi, Marketing Produksi dan Koordinator UKM di Lapenkopil mengatakan bahwa : 

"Dekompinwil Jabar siap membantu anggota koperasi Bina Aman Sejahtera dalam mengurus perijinan yang berhubungan dengan PIRT, BPOM dan Siap juga membantu dalam hal marketing baik ke masyarakat, kementrian-kementrian, juga siap mempromosikan produk yang di hasilkan anggota BAS."


Permasalahan yang menyebabkan terhambatnya proses perijinan dan pemasaran di setiap produsen akan mampu terjawab dengan adanya pendampingan, pelatihan dan pembangunan jaringan marketing yang di pasilitasi oleh Dekopinwil Jabar.